
Serangkaian kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang dilakukan mahasiswa UMM kepada sasaran yang ditentukan yakni murid TK A dan B Cahaya Bunda telah selesai dilaksanakan. Kegiatan yang dilaksanakan selama kurang lebih 1 bulan ini, diawali dengan pemberian psikoedukasi bahaya gadget kepada wali murid dan anak TK A dan B Cahaya Bunda, pendampingan belajar, membuat kolase dan origami, melakukan permainan egrang batok kelapa dan engklek, serta kegiatan menanam tanaman hias. Hingga pelaksanaan PMM diakhiri dengan kegiatan penutupan di akhir pertemuan.
Kegiatan PMM ini dilakukan untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil Penelitian dan Pengabdian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Kelompok 95 Gelombang 11 dengan Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Lailatul Mauludiyah, S.S., M.Pd.I.
Pada Jumat (28/10), dilaksanakan kegiatan penutupan oleh mahasiswa PMM. Kegiatan yang disasarkan pada anak kelas TK A dan TK B TK-KB Cahaya Bunda berlokasi di Jl. Tirto Taruno No. 08, Dusun Klandungan, Landungsari, Kec. Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penutupan yang berlangsung selama 10 hingga 15 menit ini, dihadiri oleh kepala sekolah, guru, dan seluruh murid TK A dan B Cahaya Bunda. Selama penutupan berlangsung, kepala sekolah Siti Cholivah, S.E., S.Pd dan Rahma Sapta Putri sebagai ketua PMM kelompok 95 menyampaikan sepatah dua patah sebagai simbolisasi diakhirinya kegiatan PMM secara resmi.
Setelah kegiatan PMM resmi ditutup, dilakukan kegiatan bersalam-salaman dengan kepala sekolah TK Cahaya Bunda, seluruh guru, dan murid TK A dan B. Para mahasiswa berpamitan, mengucapkan permohonan maaf apabila terdapat kesalahan maupun kekurangan selama kegiatan PMM, serta mengucapkan terima kasih karena telah diizinkan untuk melakukan kegiatan PMM di TK Cahaya Bunda dan telah dibantu dalam menyukseskan kegiatan selama pelaksanaan PMM.
Harapan dari pelaksanaan kegiatan ini yaitu mampu meminimalisir intensitas penggunaan gadget yang berlebihan pada anak usia dini. Dengan memberikan aktivitas berupa permainan tradisional sebagai pengalihan dari penggunaan gadget. Permainan tradisional yang diberikan berupa permainan aktivitas fisik untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar, yaitu egrang batok kelapa dan engklek. Selain aktivitas fisik, diberikan juga stimulus untuk meningkatkan motorik halus anak berupa kegiatan kreativitas, seperti kegiatan melipat origami dan kolase. Disisi lain, diberikan juga kegiatan yang melatih kemampuan motorik dan sensori anak seperti kegiatan menanam tanaman hias. Hingga secara resmi diakhiri dengan kegiatan penutup di akhir pertemuan.