
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Tim mahasiswa berhasil meraih Silver Medal dalam ajang lomba esai nasional bidang kesehatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (UNDIP).
Tim tersebut terdiri atas Adhil Hadi Muhammad, Hilma Agusstya, Meri Tri Jayanti, Muhammad Fahim Tamimul Himam, dan Satrio Gorby Maulana dengan bimbingan apt. Mayu Rahmayanti, S.Farm., M.Sc.Mereka mengusung karya inovatif berjudul “Eco-Enzyme Revolution: Inovasi Obat Kumur Alami Berbasis Limbah Organik sebagai Solusi Berkelanjutan bagi Kesehatan Mulut”.
Melalui karya tersebut, tim menawarkan solusi inovatif terhadap dua permasalahan yang kerap dihadapi masyarakat, yakni tingginya angka gangguan kesehatan gigi dan mulut serta meningkatnya limbah organik rumah tangga yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Ketua tim, Adhil Hadi Muhammad, menjelaskan bahwa ide tersebut berangkat dari fakta masih tingginya prevalensi masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia. Di sisi lain, limbah organik rumah tangga seperti kulit buah dan sisa sayuran memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk yang bernilai guna tinggi melalui proses fermentasi menjadi eco-enzyme.
“Melalui inovasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah organik tidak hanya dapat mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi bahan baku produk kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam esainya, tim mengkaji berbagai penelitian terkini yang menunjukkan bahwa eco-enzyme mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, saponin, serta asam organik yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap mikroorganisme penyebab gangguan kesehatan rongga mulut, khususnya Streptococcus mutans yang berperan dalam pembentukan karies gigi.
Konsep yang diusulkan mengembangkan eco-enzyme menjadi obat kumur alami yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan. Selain berfungsi sebagai antiseptik oral, inovasi tersebut juga mendukung prinsip ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah organik menjadi produk bernilai tambah.
Menurut tim, pengembangan produk ini berpotensi mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga yakni Good Health and Well-being atau kehidupan sehat dan sejahtera. Dengan biaya produksi yang relatif rendah dan bahan baku yang mudah diperoleh, inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap perawatan kesehatan mulut yang lebih ramah lingkungan.
Keberhasilan meraih Silver Medal menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya mampu berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga dapat menghadirkan gagasan inovatif yang menjawab berbagai tantangan kesehatan dan lingkungan secara bersamaan.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, melakukan riset, serta menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.