Tidak ada koneksi internet. Menampilkan data tersimpan.
  • Beranda
  • Berita
    Semua Berita
  • Kontak
  • Daftar
  • Masuk

Cari disini

×
Beranda / Berita / Goes to School, Halal Center UMM Bekali SMKN 2 Kota Batu tentang Wawasan Halal

Goes to School, Halal Center UMM Bekali SMKN 2 Kota Batu tentang Wawasan Halal

Sholahuddin Al-Fatih di Gaya Hidup
  • Rabu, 16 Oktober 2024 05:21:09
  • 12menit

Pesatnya pertumbuhan populasi generasi milenial Muslim Indonesia tidak berbanding lurus dengan perkembangan pengetahuan mereka tentang produk halal. Bukan hanya di sektor makanan dan minuman, literasi halal di bidang alat kecantikan dan keuangan syariah pun masih terbilang sedikit. Hal ini menyebabkan kesadaran generasi milenial terhadap pentingnya konsumsi produk halal dianggap kurang, diantaranya di sekolah menengah seperti SMK/SMA. Kepedulian terhadap kehalalan produk ini terbukti berhubungan dengan pengetahuan agama yang dimiliki oleh pemuda Muslim. Sifat religiusitas inilah yang mengarahkan pribadi pemuda Muslim untuk berhati-hati dalam membeli dan menggunakan suatu produk yang dikhawatirkan kehalalannya. Namun, peluang untuk memperbaiki tingkat kesadaran halal ini masih ada seiring kemajuan teknologi komunikasi yang erat hubungannya dengan generasi milenial. Edukasi produk halal perlu dikembangkan lebih giat lagi oleh generasi Muslim milenial, baik itu dari aspek konsumen maupun dari produsen. Masyarakat Muslim masih sangat membutuhkan para pendakwah yang menggiatkan sikap sadar halal dan mengenalkan kepada masyarakat hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengonsumsi sesuatu. Generasi muda yang terjun menjadi pelaku usaha juga harus memperhatikan hak konsumen dengan memenuhi persyaratan sertifikasi dan labelisasi halal sesuai prosedur yang berlaku.

 

Remaja diidentifikasi badan kesehatan dunia (World Health Organization)sebagai kelompok manusia dalam periode pertumbuhan dan perkembangan dengan rentang usia 10 sampai 19 tahun (WHO, 2016). Rentang usia remaja adalah usia transisi dalam kehidupan manusia antara masa kanak-kanak dan sebelum dewasa yang ditandai dengan terjadinya transisi pada fisik dan mental. Boundless (tanpa tahun) menyatakan, bahwa masa remaja adalah masa perkembangan kognitif, fisik dan sosial yang signifikan, termasuk perubahan dalam menerima pengetahuan, inovasi dari sekitarnya. Diantaranya pengetahuan, pemahaman dalam menjaga kesehatan, agar hidup menjadi lebih produktif, serta kebutuhan ketrampilan dalam menjalani kehidupan.

 

Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor strategis yang harus dimanfaatkan untuk pembangunan kepariwisataan sebagai bagian dari pembangunan Nasional yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Perkembangan pariwisata juga mendorong dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Kegiatan pariwisata menciptakan permintaan, baik konsumsi maupun investasi yang pada gilirannya akan menimbulkan kegiatan produksi barang dan jasa, diantaranya adalah produksi pangan dan industri halalnya. Pemenuhan terhadap sertifikasi halal pun masih sangat kecil, menurut Kementerian Keuangan (2021) baru sekitar 1% dari total UMKM yang sudah memiiki sertifikat halal, sementara jaminan produk halal melalui sertifikasi halal sudah menjadi kewajiban pemberlakuannya di Indonesia per 2024. Kota batu dan Malang raya menjadi kota tujuan wisata dalam dan luar negri diharapkan mampu mendukung program jaminan produk halal UU 33/2014, dengan pemberlakuan self declare bagi para UKM, dengan pembinaan lembaga Halal Center PT. Dalam rangka pengembangan potensi wilayah daerah maka perlu dilakukan terobosan sinergi dengan berbagai lembaga dan kalangan akademik untu meningkatkan pemahaman sadar halal dan prospek kebutuhan SDM bidang halal sebagai upaya mendukung terbentuknya ekosistem dan industri halal secara berkelanjutan melalui pembinaan dan pembinaan SDM di sekolah-sekolah maupun penadmpingan perbaikan mutu pangan dan sertifikasi Halal produk para UKM.  Apalagi kota Batu termasuk merupakan wilayah yang sangat menjadi tujuan wisata halal 10 terbesar di Indonesia ini, Cukup banyak dikenal sebagai tujuan wisatanya, dengan banyak tempat wisata yang menarik, apalgi dengan oleh-olehnya yang unik dan menarik. 

 

Produk teknologi, bidang manajemen produk aman-halal  sudah menjadi kurikulum di kampus UMM, khususnya di Prodi Teknologi pangan Fakultas Pertanian-Peternakan, serta berupaya merintis inisiasi CoE halal yang bermutu guna menyiapkan SDM kompeten bidang halal dalam negri dan luar negri. Obyek pengabdian ini adalah  melakukan sosialisasi SDM kompten halal dan propekstusnya di Indonesia dan dunia, serta menyiapkan tenaga pendampingan self declare sertifikasi Halal Mitra UKM, agar menambah pemehaman dan ketrampilan siswa  SMK/SMA maupun alumni nya. Kegiatan bersinergi demikian akan menjadi menarik karena menyongsong Indonesia emas seklaigus menjadi wadah peningkatan mutu SDM generasi muda menghadapi bonus demografi.

 

Untuk dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap sadar halal dan prospek pekerjaan berbasis kompeten halal, dan diharapkan nantinya dapat menigkatkan mutu akademiknya melalui jalur studi lanjut maupun mengikuti pelatihan pending self Declare halal, agar para generasi muda dapat mempunyai potensi kerja kedepannya dengan baik. Beberapa permasalahan yang dihadapi akan dipecahkan bersama, menggunakan metode parsitipatif, tutorial, sosialisasi bagi siswa dan guru SMKN2  di lokasi Mitra. Telah dilakukan kegiatan tersebut pada Jumat, 13 September 2024, dengan pemateri Prof Elfi Anis Saati, MP, Devi Dwi Siskawardani, S.TP., M.Sc. dan Dahlia Elianarni, STP., MSc., serta dibantu Tim halal PS P3-Halal UMM, serta Halal Community, Prodi Teknologi pangan UMM.

 

Teknologi Tepat Guna (TTG) yang dihasilkan oleh Lembaga Litbang Perguruan Tinggi yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat akademik, usaha dan industri lainnya. Program pengabdian ini mendukung VISI IPTEK PANGAN 2025: “Teraktualisasinya peran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pembangunan ketahanan pangan yang sehat, aman-halal untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.  Dengan program pengabdian tersebut kedepan diharapkan dapat memberikan solusi terhadap permasalahan lapangan kerja bagi alumni/lulusan SMK mitra. Sinergi SMKN2 Batu dan Universitas Muhammadiyah Malang sangat dibutuhkan untuk menghasilkan SDM sadar halal dan mempunyai minat secara bertahap kompetensi SDM, yang ahli/kompetensi antara lain sebagai tenaga pendamping halal, pengusaha kuliner halal, pekerja di hotel, RS halal-syari’ah, serta pengrajin olahan pangan oleh-oleh halal (yang mendukung program UKM naik kelas dengan produk bermutu abik hingga ekspor), melanjutkan kuliah Sarjana agar dapat menjadi SDM unggul kompeten seperti menjadi penyelia halal, auditor halal bahkan asesor LPH/Lembaga pemeriksa halal dalam maupun luar negri.

Tag :

Pengabdian Masyarakat

Bagikan :

Sholahuddin Al-Fatih

    Mungkin Anda Tertarik

    1.

    Dosen UMM Raih Social Impact Award Dari FH UB
    Sholahuddin Al-Fatih di Gaya Hidup
    • Senin, 26 Juli 2021
    • 2 menit

    2.

    Mahasiswa PMM 30 Gelombang 7 UMM Sosialisasikan tentang Vaksinasi Covid-19 dan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) Guna Menghadapi Pandemi COVID-19
    fesli fadhila di Gaya Hidup
    • Jumat, 16 Juli 2021
    • 3 menit

    3.

    Gerakan Literasi Digital Siberkreasi Kominfo Gandeng Akademisi FH UMM
    Sholahuddin Al-Fatih di Gaya Hidup
    • Sabtu, 5 Juni 2021
    • 3 menit

    4.

    Gerakan Puasa Sampah, Momentum Kontruksi Habitus Masyarakat Pasca Lebaran
    Nuria Riry di Gaya Hidup
    • Kamis, 6 Mei 2021
    • 8 menit
    © 2026 Malanghub . Made with , Designed byW3layouts

    Syarat dan KetentuanKebijakan Privasi