• Beranda
  • Berita
    Semua Berita
  • Kontak
  • Daftar
  • Masuk

Cari disini

×
Beranda / Berita / Demokrasi Bisa Mati? Cek Faktanya

Demokrasi Bisa Mati? Cek Faktanya

Erika Melandaa di Hukum
  • Selasa, 28 Desember 2021 01:29:02
  • 4menit

Demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu "Demos" yang berarti rakyat dan kratos yang berarti kekuasaan. Secara bahasa Demokrasi adalah kekuasaan yang berada ditangan rakyat(pemerintahan rakyat). Maksud dari pemerintahan rakyat adalah pemegang kekuasaan tertinggi dipenggang oleh rakyat. Jadi demokrasi adalah sebuah bentuk sistem pemerintahan dalam rangka mewujudkan kedaulatan rakyat yang dijalankan oleh pemerintah. 

 

Indonesia adalah Negara yang menganut system demokrasi, yang  tentunya memberikan ruang kepada seluruh warga negaranya untuk memiliki hak yang sama dalam hal mengambil keputusan. Demokrasi sendiri mencangkup kondisi ekonomi, budaya, social.

 

Secara umum demokrasi dapat dilihat pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) atau Pemilihan Umum (Pemilu). Dalam pelaksanaan tersebut siapapun berhak mencalonkan diri dan masyarakat juga berhak menentukan siapa yang akan dipilih. Ruang kebebasan politik tersebut tentunya mengantarkan pada perbedaan pandangan masyarakat untuk menentukan siapa yang layak menjadi anggota legislative atau eksekutif. Perbedaan pandangan dalam sistem demokrasi merupakan suatu yang lumrah, akan tetapi perbedaan yang berujung pada sikap anarkis tentunya ini yang menjadi suatu masalah.  Akan tetapi dalam proses pelaksanaan dan tahapan pemilu/pilkada, norma tentang etika politik yang baik sudah terabaikan dan digantikan dengan politik kekuasaan yang berakibat pada konflik kepentingan, dan parahnya lagi konflik yang terjadi merembes sampai kepada masyarkat tingkat bawah.

 

Demokrasi bisa mati karena kudeta. Kematian itu tidak diasadari terjadi secara pelan-pelan, karena terpilihnya pemimpin otoriter yang menyalahgunakan kekuasaan pemerintah dan melakukan penindasan terhadap masyarakat.

Apa sajakah factor penyebab matinya demokrasi menurut Chan Levin?

  1. Penolakan atau (komitmen yang lemah terhadap) aturan main yang demokratis.
  2. Penolakan legitimasi lawan politik.
  3. Toleransi atau dorongan kekerasan.
  4. Kesiapan untuk membatasi kebebasan sipil lawan, termasuk media.

 

Matinya demokrasi bisa saja terjadi di Indonesia. Karena sekarang nilai-nilai demokrasi di Indonesia sudah mulai luntur dan mengalami kemunduran. Jika dibiarakan terus menerus maka nilai demokrasi di Indonesia lama kelamaan akan hilang atau mati. Contohnya yang terjadi sekarang di sistem pemerintahan negara Indonesia sangat mungkin sekali untuk terjadi matinya demokrasi karena pertama banyaknya koalisi dan kurang kuat nya oposisi ini sangat membahayakan dalam keputusan – keputusan penguasa dimana disini tidak ada cheks and balences. Media yang sudah banyak dikuasai dan sebagian sudah di bungkam seperti contoh program diskusi public yang ada di salah satu stasiun TV swasta Nasional sudah tidak tayang lagi, dan banyak lagi karena dengan hal mengkritik pemerintah banyak juga orang – orang dan aktivis di bungkam dan di penjarakan dengan alasan yang tidak logis. Pembungkaman yang jika terus dilakukan seperti ini di negara di indoneusa bukan tidak mungkin ini berujung pada matinya demokrasi di negara tercinta ini. Sebab Ini salah satu tanda atau indikasi awal untuk matinya demokrasi di Indonesia.

Sumber:

Jurnal Jalan Kematian Demokrasi: Book Revier “Bagaimana Demokrasi Mati” oleh Destriana Saraswati

Tag :

Citizen ReporterPrestasi

Bagikan :

Erika Melandaa

    Mungkin Anda Tertarik

    1.

    Tingkatkan Kesadaran Hukum Masyarakat, PMM UMM Berikan Edukasi Mengenai SPP-IRT
    Sholahuddin Al-Fatih di Hukum
    • Sabtu, 27 Maret 2021
    • 3 menit

    2.

    Tegas, Dosen FH UMM Tolak Isu Perpanjangan Masa Jabatan Presiden dalam Amandemen Konstitusi
    Sholahuddin Al-Fatih di Hukum
    • Selasa, 6 April 2021
    • 3 menit

    3.

    Bersiap Jadi Anotator, Dosen FH UMM Ikuti Workshop Bersama Komisi Yudisial RI
    Sholahuddin Al-Fatih di Hukum
    • Sabtu, 17 April 2021
    • 3 menit

    4.

    Pengalaman Akademik Dan Non Akademik Yang Diperoleh Dalam Kegiatan Magang Di DPRD Kota Mojokerto
    Ade Estri Eni di Hukum
    • Jumat, 10 September 2021
    • 3 menit
    © 2026 Malanghub . Made with , Designed byW3layouts