
Tim Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Polinema berupaya untuk memberikan solusi mengenai permasalahan yang terjadi pada BUMDes Wringinsongo, terutama unit jasa pelayanan air bersihnya, yaitu terkait pencatatan rekening air. BUMDes berkewajiban mempertanggungjawabkan kegiatan operasionalnya kepada seluruh stakeholder terutama pengguna layanan air bersih. Dengan adanya pencatatan yang lebih akuntabel, diharapkan meningkatkan kepercayaan warga desa terhadap pengelola BUMDes. Di era digital seperti saat ini, aplikasi SIPAS dapat mempermudah pekerjaan pengelola BUMDes.
Pengenalan aplikasi SIPAS kepada pengelola BUMDes dan masyarakat ini pun diawali dengan studi pendahuluan oleh Tim PPM Polinema dengan melakukan FGD bersama beberapa perangkat desa, pengelola BUMDes, serta perwakilan warga. FGD pertama dilakukan tanggal 17 Januari 2022. Ibu Henny selaku pengelola unit jasa pelayanan air bersih menyampaikan bahwa saat ini jumlah pelanggan air terus mengalami peningkatan, dari akhir tahun 2021 sejumlah 207 pelanggan menjadi sekitar 230 pelanggan. Jumlah pelanggan air yang terus menerus mengalami peningkatan ini menimbulkan kekhawatiran adanya kesalahan pencatatan maupun rekapitulasi data pembayaran air, karena keterbatasan kemampuan pencatatan yang masih dilakukan secara manual. Selain permasalahan pencatatan yang manual, banyaknya masalah teknis diantaranya tagihan yang masih menunggak, tidak adanya punishment berupa denda kepada warga yang menunggak, serta tarif yang diberlakukan masih belum memperhitungkan biaya admin juga dapat berdampak pada keberlangsungan pengelolaan air di Desa Wringinsongo.
Dengan bekal itulah, tim PPM Polinema yang diketuai oleh Dimas Wahyu sebagai tim Infrastruktur IT, serta beberapa anggota tim yang terdiri dari Annisa Fitriana dan Rosy Zandra sebagai tim akuntansi, M. Akhlis Rizza dan MS. Khairy sebagai tim pengembang sistem berusaha memberikan solusi permasalahan-permasalahan yang terjadi pada unit layanan air bersih BUMDes Wringinsongo melalui pengembangan aplikasi berbasis mobile dan website yang dinamakan SIPAS (SIstem Pencatatan Air bersih wringinSongo). Secara umum, aplikasi ini membantu para pengelola untuk melakukan pencatatan secara digital. Petugas berkeliling ke pelanggan untuk mengecek meteran dengan mencatatnya pada aplikasi mobile SIPAS. Data-data yang dimasukkan ke dalam aplikasi mobile dapat dilihat juga pada aplikasi SIPAS berbasis web. Pengelola dan petugas dapat melihat data-data tagihan serta rekapitulasi dalam rentang waktu tertentu. Pelanggan juga dapat mengecek sewaktu-waktu tagihan serta pelunasannya pada system.
Antusiasme pengelola BUMdes serta beberapa perangkat desa dalam peluncuran apilkasi tersebut juga sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari uji coba pertama dan kedua yang langsung dibawah pengawasan Bu Lurah pada tanggal 17 dan 18 Juni 2022 dan tim PPM Polinema mengevaluasinya melalui kuesinoner. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya kemudahan dari penerapan aplikasi. Aplikasi SIPAS juga membantu pengelola air bersih dalam menjalankan aktivitas bisnisnya, sehingga pendirian BUMDes yang sejatinya memiliki peranan penting dalam mewujudkan cita-cita masyarakat dan pemerintah desa agar desa memiliki daya ungkit ekonomi lokal dapat terwujud.