• Beranda
  • Berita
    Semua Berita
  • Kontak
  • Daftar
  • Masuk

Cari disini

×
Beranda / Berita / Artikel Stratifikasi Sosial

Artikel Stratifikasi Sosial

Lenny Ardianita di Pendidikan
  • Minggu, 22 Desember 2024 04:15:08
  • 8menit

STRATIFIKASI SOSIAL DALAM MASYARAKAT : DAMPAKNYA TERHADAP MOBILITAS SOSIAL DAN KEADILAN

Oleh : Lenny Ardianita Mahasiswa FISIP Universitas Muhammadiyah Malang

Pengertian Stratifikasi Sosial dalam Kehidupan Masyarakat

Stratifikasi sosial merupakan konsep yang menggambarkan pengelompokan masyarakat ke dalam lapisan-lapisan berdasarkan kriteria tertentu seperti kekayaan, pendidikan, status pekerjaan, dan kekuasaan. Pengelompokan itu menciptakan hierarki sosial yang menentukan posisi individu dalam masyarakat. Posisi tersebut memengaruhi akses terhadap sumber daya, peluang, dan pengaruh. Dalam masyarakat modern yang kompleks, stratifikasi sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, membentuk pola interaksi dan struktur sosial.

Lapisan-lapisan sosial sering kali terlihat dalam bentuk kelas sosial, yaitu kelas atas, menengah, dan bawah. Kelas atas biasanya terdiri dari individu dengan kekayaan besar, pengaruh politik yang kuat, serta akses terhadap pendidikan terbaik. Kelas menengah mencakup mereka yang memiliki pendidikan yang baik dan pekerjaan stabil tetapi tidak memiliki kekayaan setara dengan kelas atas (Armansyah et al., 2024). Kelas bawah menghadapi keterbatasan sumber daya, akses pendidikan, dan peluang kerja. Struktur ini hasil dari faktor ekonomi, dan dipengaruhi oleh budaya, tradisi, dan kebijakan pemerintah.

Stratifikasi sosial memiliki dimensi yang kompleks. Faktor-faktor seperti status ekonomi, pendidikan, asal daerah, dan hubungan sosial memainkan peran  dalam menentukan posisi individu. Stratifikasi sosial mencerminkan perbedaan ekonomi yang membentuk pola-pola ketidaksetaraan yang mendalam. Sistem menciptakan struktur sosial yang dapat mendukung atau menghambat mobilitas sosial, tergantung pada tingkat keterbukaan masyarakat terhadap perubahan.

 

Dampak Stratifikasi Sosial terhadap Mobilitas Sosial

Stratifikasi sosial memiliki pengaruh besar terhadap mobilitas sosial, yaitu kemampuan individu atau kelompok untuk meningkatkan status sosial mereka dalam masyarakat (Pitaloka et al., 2024). Sistem stratifikasi yang kaku dapat menjadi penghalang bagi individu dari lapisan bawah untuk mengakses peluang yang lebih baik, seperti pendidikan berkualitas atau pekerjaan yang layak. Ketidaksetaraan akses ini sering kali menciptakan siklus kemiskinan yang sulit untuk diputus.

Dalam masyarakat dengan stratifikasi sosial tinggi, individu dari kelas bawah menghadapi tantangan berat untuk keluar dari kondisi mereka. Mereka sering kali terjebak dalam pekerjaan yang tidak memberikan keamanan ekonomi, sementara akses terhadap pendidikan yang dapat meningkatkan keterampilan mereka terbatas (Maulana et al., 2021). Kondisi itu mengurangi peluang untuk meningkatkan status sosial mereka. Individu dari kelas atas cenderung memiliki akses terhadap pendidikan terbaik, jaringan sosial yang luas, dan sumber daya finansial yang memungkinkan mereka mempertahankan atau bahkan meningkatkan posisi mereka.

Masyarakat yang lebih terbuka terhadap perubahan dapat memberikan peluang mobilitas sosial yang lebih besar. Contohnya, pendidikan yang terjangkau dan inklusif dapat menjadi alat untuk mengurangi ketimpangan sosial. Program-program pemerintah yang mendukung penciptaan peluang kerja dan perlindungan sosial bagi kelompok rentan juga dapat membantu menciptakan mobilitas sosial yang lebih inklusif. Dalam lingkup ini, mobilitas sosial menjadi indikator penting dari keadilan sosial dalam masyarakat.

 

Ketimpangan dalam Sistem Stratifikasi Sosial

Ketimpangan sosial yaitu salah satu dampak paling mencolok dari stratifikasi sosial (Nasrul, 2023). Ketimpangan ini mencakup distribusi kekayaan, akses pendidikan, kesempatan kerja, dan pelayanan kesehatan yang tidak merata. Ketimpangan yang tinggi sering kali menciptakan jurang yang semakin lebar antara lapisan masyarakat, memperkuat stratifikasi sosial dan mengurangi solidaritas sosial.

Dalam masyarakat modern, ketimpangan sering kali disebabkan oleh sistem ekonomi yang tidak merata dan kebijakan publik yang tidak inklusif. Kelompok-kelompok tertentu, terutama dari kelas bawah, sering kali tidak memiliki akses terhadap sumber daya yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Ketimpangan ini menciptakan struktur sosial yang mendukung privilese bagi kelompok tertentu sambil mengabaikan kebutuhan kelompok lain.

Di Indonesia, ketimpangan sosial terlihat dalam berbagai aspek, seperti perbedaan akses pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan, kesenjangan pendapatan, serta peluang kerja yang tidak merata. Ketimpangan ini mencerminkan perlunya langkah-langkah strategis untuk menciptakan distribusi sumber daya yang lebih adil. Upaya seperti memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, dan menciptakan lapangan kerja yang adil dapat membantu mengurangi ketimpangan sosial.

 

Upaya Mewujudkan Keadilan Sosial dalam Masyarakat

Keadilan sosial menjadi tujuan utama dalam mengatasi dampak negatif stratifikasi sosial. Untuk mencapainya, diperlukan upaya kolaboratif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil. Keadilan sosial yang mencakup distribusi sumber daya yang adil, dan peluang yang setara bagi semua individu, terlepas dari latar belakang sosial mereka.

Pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mewujudkan keadilan sosial. Akses terhadap pendidikan yang berkualitas dapat membantu individu dari lapisan bawah untuk meningkatkan keterampilan mereka dan memperoleh peluang kerja yang lebih baik. Kebijakan perlindungan sosial seperti program bantuan tunai, jaminan kesehatan, dan dukungan bagi kelompok rentan juga penting untuk menciptakan sistem yang lebih inklusif.

Di Indonesia, langkah-langkah seperti penguatan sistem pendidikan nasional, penciptaan lapangan kerja yang inklusif, dan peningkatan akses terhadap layanan kesehatan telah mulai diterapkan untuk mendukung keadilan sosial. Peran komunitas lokal berkontribusi besar dalam menciptakan solidaritas sosial. Masyarakat mampu membangun lingkungan yang lebih inklusif dan berkelanjutan melalui dukungan antaranggota komunitas.

 

Daftar Pustaka

Armansyah, Noviarani, Devi, & Rusyiana. (2024). Implementasi Sistem Pendidikan dalam Mengatasi Ketidaksetaraan: Pengaruh terhadap Stratifikasi Sosial. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 4(3), 17235–17243. Retrieved from https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/download/11601/8524

Galuh Pitaloka, Putri, Salma, Thalia, Kamilah, Putri, Dharmawan, Nugroho Dewo, Zaki, Akmal, & Winanti, Atik. (2024). Hubungan Kasta Dengan Status Sosial Masyarakat Adat Bali. KONSENSUS : Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum Dan Ilmu Komunikasi, 1(3). Retrieved from https://journal.appisi.or.id/index.php/konsensus/article/download/198/326

Maulana, I. Putu Ari Putra, & Dharma Putra, Ida Bagus Gede. (2021). Metafora Konseptual Kasta Dalam Masyarakat Bali: Kajian Linguistik Kognitif. Prasi, 16(02), 92. https://doi.org/10.23887/prasi.v16i02.37578

Nasrul, Nasrul. (2023). Stratifikasi Sosial pada Masyarakat Suku Cia Cia Burangasi di Kabupaten Buton Selatan. Jurnal Sosiologi Miabhari, 1(2), 150–171. Retrieved from https://www.ejournal.lppmunidayan.ac.id/index.php/sosiologi/article/view/1398%0Ahttps://www.ejournal.lppmunidayan.ac.id/index.php/sosiologi/article/download/1398/919

Tag :

Webinar

Bagikan :

Lenny Ardianita

    Mungkin Anda Tertarik

    1.

    Pendaftaran Beasiswa Etos Kemitraan Sudah Dibuka Mulai 3 April 2021, Yuk Simak Penjelasannya
    MASYKUR HUDA di Pendidikan
    • Minggu, 4 April 2021
    • 4 menit

    2.

    Bikin Bangga, PM Youlead 1 Malang Terpilih Jadi Ketua Umum HIPMI PT UM Periode 2021-2022
    Sholahuddin Al-Fatih di Pendidikan
    • Senin, 5 April 2021
    • 2 menit

    3.

    Hand Hygiene: Penggerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan Dongeng pada SDN 2 Gadingkulon
    Alifah di Pendidikan
    • Sabtu, 24 Juli 2021
    • 3 menit

    4.

    Menyulap Sari Jeruk menjadi Sabun Cuci Piring sebagai Upaya Pemanfaatan Limbah Jeruk di Desa Gadingkulon
    KKNTIUM di Pendidikan
    • Sabtu, 4 Desember 2021
    • 3 menit
    © 2026 Malanghub . Made with , Designed byW3layouts