
MALANG – Kerajinan bambu masih menjadi salah satu usaha utama bagi warga Desa Duwet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Namun, hasil yang diperoleh belum cukup untuk menjadi sumber penghidupan utama warga desa. Hal ini menarik perhatian tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) dari Politeknik Negeri Malang (Polinema), yang berupaya memberikan solusi untuk meningkatkan kesejahteraan para pengrajin.
Diketuai oleh Ade Ismail, S.Kom., M.TI, dan tim PPM Polinema yang terdiri dari Ir. Deddy Kusbianto Purwoko Aji M.Mkom, Farid Angga Pribadi S.Kom., M.Kom, Budi Harijanto S.T., M.MKom., Very Sugiarto S.Pd., M.Kom, dan Wilda Imama Sabilla S.Kom., telah berkolaborasi dengan 75 pengrajin bambu di desa tersebut. Mereka menghasilkan berbagai produk seperti besek, tempat tisu, anting, pincuk, hingga tempat buah.
Meskipun memiliki potensi, hasil penjualan kerajinan bambu belum dapat diandalkan sebagai sumber pendapatan utama. Rata-rata, pengrajin hanya memperoleh sekitar Rp 300.000 per bulan. serta sulitnya pembeli dari luar malang meng-akses produk tersebut "Mereka kesulitan memasarkan produk, dan kehadiran BUMDes belum banyak membantu," ujar Fullchis.
Sebagai solusi, tim PPM memperkenalkan strategi promosi melalui aplikasi pemesanan dan galeri produk, sehingga selain pembeli dapat memesan produk secara langsung di aplikasi, pembeli juga dapat melihat produk anayaman bambu ini di galeri produk. pembeli dapat secara detail melihat model dan jenis produknya.
Dengan adanya galeri produk fisik dan aplikasi pemesanan, diharapkan penjualan produk anyaman bambu meningkat, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan pengrajin serta mempromosikan warisan budaya lokal. Program ini diharapkan menjadi model bagi desa lain dalam mengembangkan potensi lokal melalui teknologi dan strategi pemasaran inovatif.
Selain itu, aplikasi pemesanan yang dikembangkan memudahkan interaksi antara pembeli dan pengrajin, memungkinkan transaksi yang lebih efisien dan pesanan kustom. Dengan langkah-langkah ini, Desa Duwet berusaha mengembangkan potensi lokalnya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor kerajinan anyaman bambu.