Tidak ada koneksi internet. Menampilkan data tersimpan.
  • Beranda
  • Berita
    Semua Berita
  • Kontak
  • Daftar
  • Masuk

Cari disini

×
Beranda / Berita / Memaknai Future Leader Challenge (FLC) 2024 Sebagai Ajang Lahirnya Calon Pemimpin Masa Depan

Memaknai Future Leader Challenge (FLC) 2024 Sebagai Ajang Lahirnya Calon Pemimpin Masa Depan

muhammad naufal di Motivasi
  • Jumat, 2 Februari 2024 01:36:50
  • 10menit

Akhir Desember 2023, menjadi bulan penting bagi para mahasiswa aktivis calon penerima manfaat (CPM) Beasiswa Aktivis Nusantara (Bakti Nusa), dengan dikeluarkannya nama-nama mahasiwa yang berhasil lolos seleksi Bakti Nusa yang kali ini memasuki angkatan ke 13. Setelah melewati panjangnya rangkaian proses seleksi, Bakti Nusa mengumumkan 52 nama mahasiswa terbaik dari seluruh penjuru negeri yang terpilih menjadi penerima manfaat Bakti Nusa ke-13. Mahasiswa-mahasiswa terbaik calon pemimpin ini tersebar di berbagai pelosok negeri tidak kurang dari 14 kampus PTN ternama, meliputi : UNAND, UNSRI, USU, UI, UNPAD, ITB, IPB, UGM, UNS, ITS, UNAIR, UB, UNUD, dan UNHAS dari total 13 wilayah regional, meliputi : Padang, Medan, Palembang, Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Bali, dan Makasar. Seiring dengan diumumkannya nama-nama CPM Bakti Nusa 13, maka dimulai pula agenda Bakti Nusa berupa program orientasi, internalisasi sekaligus pengukuhan CPM Bakti Nusa yang diberi nama Future Leader Challenge tahun 2024 atau disebut juga FLC 2024, yang dilaksanakan secara daring pada tanggal 20-21 Januari 2024, juga secara luring di kota Bandung pada tanggal 26-28 Januari 2024.

Agenda FLC 2024 mengambil sebuah tema besar yaitu "Integrasi, KolaborAKSI, Collab-in aja". Nilai pertama yaitu integrasi,  yang mencerminkan nilai-nilai kejujuran dan rasa tanggung jawab dari amanah yang diemban oleh setiap calon penerima manfaat Bakti Nusa 13 karena nantinya setiap CPM akan menjalani sebuah Leadpro yang dituntut berdampak bagi para penerima manfaat. Nilai ini disebut pertama dan paling krusial diantara yang lainnya. Integrasi menggambarkan seberapa besar CPM Bakti Nusa bertanggung jawab bukan hanya pada diri sendiri tetapi juga pada orang lain. Integrasi mencerminkan kemandirian CPM, bahwa CPM sudah selesai dengan tanggung jawab mereka sendiri dan siap untuk bertanggung jawab dengan maslahat orang banyak. KolaborAksi dapat diartikan sebagai movement atau pergerakan yang dilakukan CPM secara bersama-sama yang diharapkan dapat menjadi penggerak bagi setiap pihak yang terkait untuk membawa dampak perubahan bagi penerima manfaat lainnya dalam lingkup Bakti Nusa. Collab-in aja berarti sebuah ajakan bagi para CPM Bakti Nusa untuk bersama-sama melakukan program Bakti Nusa agar dampak yang diberikan bisa lebih baik dan lebih luas. Selain itu, ajakan ini mencerminkan kebersamaan CPM Bakti Nusa dalam menjalani seluruh program yang ada di Bakti Nusa.

Tema FLC 2024 ini merupakan simplifikasi dari 4 nilai luhur yang ditanamkan oleh Bakti Nusa yaitu "integritas, cendekia, transformatif, dan melayani"  yang juga turunan dari 4 sifat Rasulullah SAW yakni shiddiq, fatonah, amanah, tabligh. Ini berarti semangat Bakti Nusa adalah ingin menciptakan sebuah generasi pemimpin dengaan nilai luhur sesuai dengan sifat Nabi SAW.

Future Leader Challenge 2024 yang dilakukan secara daring, pada tanggal 20-21 Januari 2024, menghadirkan banyak pembicara. Pada hari pertama FLC, Bakti Nusa menghadirkan materi perkenalan dasar tentang lembaga yang menaungi Bakti Nusa, yaitu Dompet Dhuafa (DD). Pemateri pertama yaitu Pak Bayu Candra Winata sebagai GM Divisi Kepimpinan Literasi Bangsa LPI DD, yang dengan semangat memperkenalkan Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa atau disingkat LPI DD mulai dari sejarahnya, visi misinya, dampaknya dan sebagainya. "LPI DD berkomitmen melahirkan penerima manfaat yang mampu berkontribusi dalam masyaraka, kami (LPI DD) akan sangat senang sekali apabila alumni beasiswa LPI DD dapat menebar kebermanfaatan yang lebih luas lagi." Ucap Pak Bayu. Pemateri kedua adalah Pak Mulyadi Saputra dengan materi Understanding Dompet Dhuafa. Pak Mulyadi menjelaskan berkaitan dengan lembaga amil zakat Dompet Dhuafa dan hubungannya dengan Bakti Nusa. Beliau juga berharap agar Bakti Nusa ini bisa menjadi suatu jalan dakwah dalam membantu masyarakat Indonesia.

Pada hari kedua FLC daring, FLC membawakan "Webinar Get Ready to Face Life After Campus" dengan sistem talkshow yang menghadirkan 2 pemateri yang tak kalah insightful, yaitu Masandi Rachman Rosyid atau biasa dipanggil Mas Riwan seorang Praktisi HR dan Fadjar Mulya atau Mas Fadjar seorang akademisi atau dosen Fakultas Maju dan Multidisipliner di Universitas Airlangga. Semangat yang dibawa FLC pada sesi materi ini adalah bagaimana sebagai mahasiswa akhir CPM mempersiapkan kehidupan setelah kampus, diambil dari sudut pandang seorang praktisi dan seorang akademisi. Sesi ini juga membuka mindset dan pandangan CPM mengenai realita yang terjadi setelah lulus dari dunia kampus. Salah satu kutipan yang insightful dari Mas Fadjar “ Tidak apa-apa untuk mengambil jeda waktu sebentar untuk impact yang lebih besar ke depannya. Karena sejatinya, memiliki tujuan yang jelas ke depan adalah kompas hidup yang memberikan keteguhan meskipun arah hidup mungkin berubah.”

FLC 2024 berlanjut ke acara luring pada tanggal 26-28 Januari 2024, bertempat di wilayah Bandung, sebagai tuan rumah FLC 2024. Gedung serbaguna masjid Salman ITB menjadi saksi bisu bagaimana CPM Bakti Nusa dari berbagai regional bertemu dan saling menjalin silaturahmi satu sama lain. Acara kemudian dipindah ke gedung Puslatbang PKASN LAN RI yang berada di Jatinangor, Sumedang. Hari pertama disambut dengan acara Young Activist Voices : Unite For Palestine Freedom. Sebuah acara talkshow dengan bintang tamu Erlangga Greschinov dan Farah Qoonita, para aktivis palestina. CPM diajak untuk mengerti kondisi dan situasi Palestina terkini dan langkah yang bisa diambil bagi para aktivis seperti CPM Bakti Nusa. Malamnya dilanjut dengan acara pengukuhan secara tertulis CPM Bakti Nusa dengan menandatangani form kesediaan mengikuti Bakti Nusa ke-13. Dengan prosesi pengukuhan ini, secara tertulis CPM Bakti Nusa menjadi bagian dari PM Bakti Nusa yang ke-13. Keesokannya, CPM mengikuti materi Design Thinking yang diisi oleh Kak Faris Prima, tentang bagaimana mencari solusi dan mendesain sebuah sistem pemikiran yang benar dalam menyelesaikan masalah. Malam hari kedua ini juga menjadi ajang pentas seni dan kreasi yang diadakan di Kiara Payung. Setiap regional berlomba menampilkan kesenian terbaik dari daerah asalnya masing-masing, ada yang menampilkan drama, lagu khas daerah, pantun, tarian, dan pakaian adat daerah masing-masing regional. Malam itu menjadi malam yang tak terlupakan bagi para CPM Bakti Nusa, dengan gelak tawa dan rasa hangat menyatu menyaksikan masing-masing regional tampil di depan api unggun. Hari terakhir, CPM mengikuti sebuah Tracking yang dipandu oleh teman-teman MAAR dari Universitas Padjajaran di kawasan Gunung Manglayang. Tracking ini mengajarkan arti kebersamaan, keteguhan, dan kepeduliaan pada lingkungan, baik manusia atau pun alam sekitarnya, temasuk hewan dan tumbuhan. Jalan-jalan terjal Gunung Manglayang mengajarkan bagaimana para CPM  harus bisa mengamalkan 4 nilai luhur Bakti Nusa sebagai pemimpin di masa depan. Terakhir acara FLC ditutup dengan pengukuhan secara simbolis oleh para manajer wilayah yang hadir, dan dimeriahkan dengan pembacaan nominasi peserta FLC 2024.

Akhir kata, FLC 2024 bukan hanya menjadi satu ajang orientasi bagi PM Bakti Nusa 13, lebih dari itu FLC mengajarkan banyak hal terkait bagaimana menciptakan kepemimpinan yang baik. Seperti kutipan Tom Peters “Pemimpin tidak menciptakan pengikut, mereka menciptakan lebih banyak pemimpin.” Yang diharapkan dari FLC 2024 adalah bagaimana PM Bakti Nusa 13 menjadi pemimpin yang baik yang dapat memberikan manfaat seluas-luasnya kepada penerima manfaat lainnya, sehingga tumbuhlah pemimpin-pemimpin baru yang akan meneruskan rantai kebaikan ini.

Tag :

Kegiatan OrganisasiWebinarTrue Story

Bagikan :

muhammad naufal

    Mungkin Anda Tertarik

    1.

    Tim Debat UMM Langganan Juara Debat Nasional
    yogi alidrus di Motivasi
    • Sabtu, 23 Juli 2022
    • 3 menit

    2.

    Gandeng PMM 98 UMM, LAZ YASA Malang Santuni 2000 Anak Yatim
    Lutfiatunnisa Alkayyis di Motivasi
    • Selasa, 19 April 2022
    • 3 menit

    3.

    Menulis Jadi Hobi, Dosen FH UMM Ditunjuk Sebagai Reviewer Jurnal Bereputasi Terindeks Scopus
    Sholahuddin Al-Fatih di Motivasi
    • Kamis, 12 Agustus 2021
    • 3 menit

    4.

    Mahasiswa UMM Juara Best of The Best Lomba Photography Tingkat Nasional
    Indri Hauliah di Motivasi
    • Minggu, 24 Juli 2022
    • 1 menit
    © 2026 Malanghub . Made with , Designed byW3layouts

    Syarat dan KetentuanKebijakan Privasi