

Sebanyak 52 pemuda dari berbagai daerah di Indonesia telah terpilih sebagai penerima Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) Angkatan 13 berjumpa dalam acara Future Leader Challenge (FLC). Beasiswa ini diberikan oleh LPI DD (Lembaga Pengembangan Insan Dompet Dhuafa) dan Dompet Dhuafa sebagai wujud dukungan terhadap aktivisme dan kepemimpinan generasi muda.
Acara ini digelar selama dua minggu, dengan sesi daring pada 20-21 Januari 2024, dan sesi tatap muka di Kota Kembang, Bandung, pada 26-28 Januari 2024. Para peserta berasal dari 13 daerah dan 15 Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia. Mereka menjalani masa orientasi dan internalisasi program BAKTI NUSA, serta pengukuhan sebagai calon penerima manfaat yang berhasil lolos seleksi nasional.
Mengusung tema "Integrasi KolaborAksi," FLC 2024 diadakan di Puslatbang PKASN LAN, dimulai dengan Public Event bersama Erlangga Greschinov dan Farah Qoonita, aktivis Palestina yang menghadirkan materi bertajuk "Young Activist Voices: Unite for Palestine Freedom." Acara kemudian dibuka oleh Ahmad Juwaeni, Ketua Dewan Pengurus YDDR.
Para peserta juga mendapatkan berbagai materi kepemudaan dari narasumber seperti Mulyadi Saputra (Ketua LPI DD), Bayu Candra Winata (GM Divisi Kepemimpinan Literasi Bangsa LPI DD), Muhamad Saepudin (Manajer Sekolah Pemimpin Indonesia), dan Andriansyah (Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Barat).
Hari berikutnya, 52 calon penerima manfaat BAKTI NUSA 13 dari berbagai perguruan tinggi antara lain Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Andalas (UNAND), Universitas Sriwijaya (UNSRI), Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Negeri Solo (UNS), Universitad Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Udayana (UNUD), dan Universitas Diponegoro (UNDIP) resmi dikukuhkan. Mereka juga mengikuti ruang diskusi "Accelerate Gen BA" bersama Faris Prima, CEO Discovery Project & International Trainer Design Thinking, Maliki Febriantono, Founder Leads Indonesia, dan Amelia Sakinah, co-Founder Beasiswa Luar Biasa.
Kegiatan FLC juga menawarkan hiburan dengan penampilan seni dari setiap regional di Bumi Perkemahan Kiara Payung. Kegiatan luring ditutup dengan "Survival Leadership," yakni upgrading dan tracking ke Barubereum, Jawa Barat.
Tidak hanya itu, FLC yang diadakan secara daring melalui zoom meeting juga menampilkan webinar dengan tema "Get Ready to Face Life After Campus," yang memberikan berbagai wawasan kepada para peserta. Insight dari HR Practitioner Masandi Rachman Rosyid dan dosen muda Universitas Airlangga, Fadjar Mulya, memberikan pandangan tentang tantangan kehidupan setelah kampus.
FLC 2024 bertujuan memberikan bekal kepada para penerima manfaat BAKTI NUSA 13 agar menjadi pemuda transformatif dengan mengusung nilai-nilai BAKTI NUSA, yaitu Integritas, Cendekia, Transformatif, dan Melayani. Selamat kepada para penerima manfaat, selamat bergabung di keluarga besar BAKTI NUSA!
