
Banyak faktor penyebab matinya demokrasi,4 diantaranya dikemukakan oleh Chad Levin,apa saja faktor itu?
4 Faktor penyebab matinya demokrasi menurut chad Levin
- Menolak aturan ideal demokrasi, baik secara perkataan maupun perbuatan
- Menyangkal legitimasi lawan
- Menoleransi atau menyerukan kekerasan
- Menunjukkan kesediaan membatasi kebebasan sipil lawannya, termasuk media.
Lalu apa ada korelasi antara matinya demokrasi dengan otorianisme ?
Jika menurut saya ada, Mengapa? karena matinya demokrasi di salah satu negara tersebut di mulai oleh pemegang kekuasaan yang mulai otoriter yang bertindak semena – mena terhadap lawan politiknya bahkan rakyatnya sendiri demi kepentingan tertentu. Sehingga pemimpin otoriter ini dapat berubah menjadi ekstrimis jika telah memegang kekuasaan yang cukup. Segala cara dilakukan untuk memuluskan langkah sehinga aturan – aturan yang ideal menurut demokrasi itu tidak di taati atau di patuhi.
Bisakah terjadi di Indonesia? Jawabannya Bisa dan sangat bisa, jika melihat perkembangan yang terjadi sekarang di sistem pemerintahan negara Indonesia sangat mungkin sekali untuk terjadi matinya demokrasi karena pertama banyaknya koalisi dan kurang kuat nya oposisi ini sangat membahayakan dalam keputusan – keputusan penguasa dimana disini tidak ada cheks and balences. Media yang sudah banyak dikuasai dan sebagian sudah di bungkam seperti contoh program diskusi public yang ada di salah satu stasiun TV swasta Nasional sudah tidak tayang lagi, dan banyak lagi karena dengan hal mengkritik pemerintah banyak juga orang – orang dan aktivis di bungkam dan di penjarakan dengan alasan yang tidak logis. Pembungkaman yang jika terus dilakukan seperti ini di negara di indoneusa bukan tidak mungkin ini berujung pada matinya demokrasi di negara tercinta ini. Sebab Ini salah satu tanda atau indikasi awal untuk matinya demokrasi di Indonesia. Indonesia telah memasuki era otoriter gaya baru. Dalam sebuah diskusi daring, Busyro Muqqodas, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum itu meringkus situasi Indonesia sepanjang periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo, dengan memberikan contoh bagaimana demokrasi mundur di era Jokowi.
Salah satunya soal penempatan banyak polisi ke dalam instansi-instansi pemerintahan. Wijayanto, Direktur Center for Media and Democracy LP3ES, lembaga yang rutin mengeluarkan kajian sosial sejak Orde Baru, mengatakan setidaknya ada empat indikator sebuah negara atau sistem pemerintah bisa disebut otoriter. Indikator-indikator itu diambil dari buku terbaru Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt, How Democracies Dies. Ironisnya, Indonesia sudah memenuhi keempat indikator itu, kata Wijayanto. Indikator pertama adalah adanya penolakan atau setidaknya memiliki komitmen yang lemah terhadap aturan main yang demokratis. Kata Wijayanto, hal tersebut terlihat ketika Jokowi menginstruksikan kepala daerah hingga tentara untuk mengampanyekan kebijakan pemerintah dan meminta mereka menangkal banyak kabar palsu terkait dirinya sebelum Pilpres 2019.