
Desa Wringinsongo yang terletak di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, saat ini tengah menunjukkan perkembangan signifikan sebagai salah satu destinasi wisata yang menarik perhatian. Salah satu objek wisata unggulan di desa ini adalah Pemandian Sumberingin, yang telah berkembang menjadi tempat favorit bagi wisatawan lokal maupun dari luar kota. Tidak hanya menawarkan keindahan alam yang asri dan segar, Pemandian Sumberingin juga menghadirkan pengalaman wisata edukatif yang mengusung konsep energi ramah lingkungan.
Wisata Pemandian Sumberingin menarik perhatian pengunjung berkat inovasi yang menggabungkan alam dan teknologi ramah lingkungan. Pengunjung tidak hanya bisa menikmati segarnya air pemandian di tengah suasana hijau yang menyejukkan, tetapi juga mendapatkan edukasi tentang pemanfaatan energi terbarukan. Di kawasan ini, pengunjung dapat melihat langsung penerapan energi listrik tenaga surya dan generator turbin tenaga air yang digunakan untuk mendukung operasional fasilitas di sekitar pemandian. Hal ini menjadikan Pemandian Sumberingin sebagai destinasi yang tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga pembelajaran yang bermanfaat mengenai keberlanjutan energi.
Pengembangan kawasan Pemandian Sumberingin sebagai pusat edu-wisata ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Desa Wringinsongo dan Politeknik Negeri Malang (POLINEMA). Salah satu fokus utama dari pengembangan ini adalah edukasi lingkungan, termasuk pemanfaatan sumber energi terbarukan dan pengenalan beragam jenis tanaman yang tumbuh di sekitar kawasan wisata. Dengan tujuan untuk meningkatkan daya tarik dan memberikan nilai tambah bagi pengunjung, kawasan ini terus dikembangkan agar dapat menjadi destinasi wisata yang informatif dan mendidik.
Pada tahun ini, pengembangan kawasan Pemandian Sumberingin semakin merambah ke sektor edukasi, terutama dalam hal pengenalan varietas tanaman yang ada di area tersebut. Tim dari Politeknik Negeri Malang yang terdiri dari Muhammad Afif Hendrawan, Muhammad Shulhan Khairy, Pramana Yoga Saputra, Dika Rizky Yunianto, Faiz Ushah Mubarok, dan Indra Dharma Wijaya, telah berkontribusi dalam pengembangan ini dengan menciptakan inovasi berupa papan nama tanaman interaktif. Papan nama ini memberikan informasi mendalam mengenai nama, jenis, serta manfaat dari tanaman-tanaman yang ada di sekitar Pemandian Sumberingin.
Papan nama interaktif tersebut tidak hanya memberikan informasi dasar mengenai tanaman, tetapi juga dilengkapi dengan QR code yang dapat dipindai oleh pengunjung untuk mendapatkan informasi lebih lanjut melalui perangkat digital mereka. Inovasi ini terinspirasi dari konsep serupa yang diterapkan di kawasan wisata Kota Hiroshima, Jepang, di mana pengunjung dapat belajar lebih banyak tentang flora setempat secara interaktif. Papan nama ini ditempatkan di dekat tanaman-tanaman unik yang ada di kawasan Pemandian Sumberingin, memberikan pengalaman belajar yang menarik bagi pengunjung.
Dengan adanya papan nama interaktif ini, pengunjung Pemandian Sumberingin diharapkan tidak hanya menikmati keindahan alam dan pemandian, tetapi juga mendapatkan pengetahuan tentang berbagai varietas tanaman yang ada di sekitar kawasan. Edukasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan lingkungan serta kekayaan hayati yang dimiliki oleh Desa Wringinsongo.
Program pengembangan papan nama tanaman interaktif ini mendapat dukungan penuh dari Politeknik Negeri Malang, baik secara moral maupun finansial. Dukungan ini merupakan bagian dari komitmen POLINEMA dalam melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat. Dengan adanya dukungan ini, diharapkan inovasi papan nama interaktif dapat semakin memperkaya pengalaman wisata pengunjung, sekaligus memberikan dampak positif bagi pelestarian lingkungan dan pengenalan varietas tanaman lokal.