
Sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang melakukan pengabdian kepada masyarakat (PMM) melalui pendampingan dan sosialisasi di kegiatan posyandu RW 04 dan RW 05, Desa Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Di bawah bimbingan dosen Ir. Lourina Evanale Orfa, S.T., M.Eng ini merupakan kelompok 48 dari gelombang 1 yang beranggotakan lima orang yaitu Wida Nour Ratri sebagai ketua koordinasi kelompok, Firsty Gianafra Elsaniyya, Rossydah Hanum Dyah Sukma Ayu Saputri, Tabhita Gerbra Louis Daniar, dan Zakiya Amaliya Qurana.
Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu, 21 Februari 2024 di balai RW 4 dan RW 5, Desa Tunggulwulung dengan total masyarakat yang hadir sekitar kurang lebih dua ratus orang. Kegiatan pendampingan ini dilakukan dengan membantu kader posyandu menimbang berat badan anak, mengukur tinggi badan anak, mengisi buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), serta melakukan sosialisasi edukasi singkat kepada orang tua tentang bahaya stunting dan pembagian brosur. Brosur yang dibagikan berisi tentang informasi pencegahan stunting dan inovasi camilan sehat yang disukai oleh anak-anak.
Stunting merupakan kondisi yang sangat perlu perhatian khusus di Indonesia saat ini. Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak karena kurangnya gizi yang diberikan oleh orang tua dengan gejala seperti berat badan dan tinggi badan yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan. Permasalahan ini kadang dilupakan oleh masyarakat karena banyaknya faktor lingkungan. Namun, tidak semua penyebab stunting adalah kelalaian orang tua dalam memberikan gizi untuk anaknya. Beberapa kasus juga terjadi saat keadaan stunting ini terjadi karena orang tua tidak dapat melalui proses GTM yang terjadi pada anak-anak. Padahal, setiap anak pasti akan melewati periode golden age. Dimana pada periode itu, sangat penting bagi orang tua untuk memperhatikan secara khusus pertumbuhan anaknya. Oleh karena itu, perlu adanya tambahan gizi yang diberikan untuk penunjang masa pertumbuhan anak.
Tujuan dari sosialisasi dan pembagian brosur ini adalah meningkatkan kesadaran pada setiap orang tua bahwa pentingnya pencegahan stunting dalam rangka menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Selain itu, pencegahan stunting sejak dini juga diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan pada orang tua/masyarakat tentang resiko tinggi pada tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, perlu ditunjang dengan makanan yang sehat juga. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi anak-anak saat GTM adalah dengan memberikan olahan makanan atau camilan sehat. Camilan sehat yang dimaksud adalah camilan yang memiliki bentuk tampilan seperti menarik tetapi memiliki kandungan manfaat untuk menyehatkan anak.
Dengan adanya brosur yang dibagikan secara merata ini, diharapkan dapat membantu orang tua untuk lebih kreatif dalam menginovasi aneka bentuk makanan sehat dalam bentuk camilan. Jika anak-anak susah makan, maka orang tua sangat perlu untuk mengakali bagaimana agar gizi mereka tetap terpenuhi. Dan salah satunya dengan inovasi camilan sehat ini. Dengan pemberian makanan camilan sehat, anak-anak akan tetap terpenuhi gizinya.
