
Negara gagal adalah negara yang dianggap gagal memenuhi persyaratan dan tanggung jawab dasar suatu pemerintahan berdaulat. Tidak ada kesepakatan umum tentang definisi negara gagal. Definisi negara menurut Fund for Peace sering digunakan untuk mencap suatu negara yang memiliki ciri-ciri berikut:
- Kehilangan kontrol atas wilayahnya sendiri, atau monopoli pengerahan pasukan fisik sah di wilayahnya
- Tergerusnya kewenangan yang sah dalam pembuatan keputusan bersama
- Tidak mampu menyediakan layanan public
- Tidak mampu berinteraksi dengan negara lain sebagai anggota penuh komunitas Internasional.
Ciri-ciri yang umum dari suatu negara adalah pemerintah pusatnya sangat lemah atau tidak efektif sampai-sampai kekuasaan praktis di sebagian besar wilayahnya begitu kecil; buruknya layanan publik; korupsi dan tindak kejahatan yang meluas; intervensi aktor negara dan non-negara; adanya pengungsi atau perpindahan penduduk tak terkendali; memburuknya ekonomi secara tajam; dan intervensi militer baik dari dalam maupun luar negara dapat terjadi.
Negara gagal dalam Why Nations Fail disebabkan karena faktor ekonomi, tapi Ron Smith dalam The RIUS Journal punya pendapat yang berbeda, tulisannya di tahun 2012 itu menunjukkan faktor lain, faktor apakah itu? Faktor lain yang adalah faktor sosial, politik, dan alam.
Nah, apakah negara Indonesia termasuk negara gagal? Menurut saya Indonesia tidak akan menjadi negara gagal jika negara Indonesia memanfaatkan sumber daya alam dengan baik. Tetapi ketergantungan negara akan sumber daya alam cenderung mengarah pada korupsi, dan inflasi. Negara-negara gagal itu karena lembaga-lembaganya merungkah, dan korupsinya amat banyak. Negara dengan lembaga yang ekonomi yang inklusif cenderung kaya. Misalnya, Korea Selatan dan Jerman Barat. Sedangkan negara dengan lembaga ekonomi yang ekstraktif seperti Jerman Timur dan Korea Utara cenderung miskin. Selain faktor lembaga, Why Nations Fail juga menunjukkan “pembalikan keberuntungan” (reversal of fortune) dan “kutukan sumber daya alam” (the curse of natural resources) sebagai faktor penentu kekayaan suatu negara. Faktor pembalikan keberuntungan menjelaskan negara-negara non-Eropa eks jajahan Eropa, semacam Indonesia dan Peru, yang mulanya kaya dan maju sekarang lebih miskin sebab Eropa memperkenalkan lembaga ekonomi ekstraktif kepada mereka.
Kesimpulan dari opini saya negara Indonesia masih berada di level aman dari kategori negara gagal. Selama negara Indonesia masih berjalan berdasarkan sistem dasar negara yaitu Pancasila, Insha Allah negara Indonesia akan terus berkembang mengikuti zaman. Dan selama rakyat Indonesia patuh dan taat kepada pemimpinnya, dan pemimpin juga masih mengutamakan kepentingan rakyatnya.
